Minggu, 08 September 2013

cerpen ' KEPUTUSASAAN SEORANG PELAJAR '

Takdir tidak akan pernah bisa ditebak ataupun diterka
Kita semua manusia hanya bisa pasrah dan menyerahkan diri pada yang kuasa
Namun kita tidak boleh menyerah dan berputus asa karena suatu alasan
Bukankah suatu kaum tidak akan bisa berubah kecuali mereka mengubah dirinya sendiri.

Dari kutipan tersebut saya hendak membuat sebuah cerpen yang berjudul KEPUTUSASAAN
Baiklah kita mulai saja ceritanya
cerita ini diambil dari kisah nyata tahun 2009
para pelakunya siswa kelas XII IPA SMAN 1 PEMENANG LOMBOK UTARA
namun yang saya akan angkat jadi tokoh utamanya disini yaitu Ana (ketua kelas IPA)
Seorang anak yang berada diantara kebingungan antara menyelesaikan sekolah dan berkeluarga
Ana murid pandai sekaligus ketua kelas  IPA  wanita pertama disekolah
dengan kepandaiannya Ana selalu menjadi rangking 1 dikelas, dan selalu disegani oleh teman-teman maupun gurunya
namun sayang semua berubah setelah kepergian sang ayah yang selalu menjadi penyemangatnya kembali menghadap sang khalik
setelah kepergian ayahnya Ana seperti kehilangan semangat dan keceriaannya yang dulu
berapa bulanpun berlalu, Ana yang dulunya suka bergaul menjadi penyendiri
dari situ terlihat ada keputusaasaan dimatanya,menggambarkan seolah-olah tidak ada kemauan dan kemampuan untuk bangkit kembali
teman-teman dikelasnya mencoba untuk menghibur dan mengajak bercanda seperti dulu agar Ana tidak semakin terpuruk. Usaha teman-temannyapun bisa dibilang berhasil
Irma,Aisyah dan Lina adalah teman dekat dari Ana
didalam kelas mereka sedang asyik bercengkrama menghibur Ana
Irma : Ana kita boleh gabung enggak ??
Aisyah: ya Ana,boleh enggak gabung?
Ana terdiam seakan-akan tak mendengar teman-temannya. Lalu tiba-tiba datang Lina dengan suara khas yang lembut lunglai penuh penghayatan dan pesona, setiap alunan kata-kata yang keluar dari bibirnya membuat kita terpesona, itulah si Lina
Lina : aku ikut,,,,,sambil memegang bahu Ana
Ana pun serontak kaget bukan kepayang karena kedatangan lina yang secara reflek memegang kedua bahunya
Aisyah : astagaaaa lina...jangan begitu
Lina : opsss maaf,,
lalu Ana mulai membuang sikap diamnya tadi dan menjawab maaf dari lina
Ana:ya lina enggak apa-apa,,
Irma:kamu sih lina asal saja,,uhhh
Lina pun jadi menggerutu sendiri karena kesalahannya
mereka terus bercengkrama selama jam istirahat berlangsung
karena saking asiknya bercengkrama tak terasa bel masukpun berbunyi,mereka kembali kebangku masing-masing sembari menunggu guru biologi datang
awal keputusasaan itu dimulai dari sini
ketika jam pelajaran biologi menjelaskan tentang masalah alat reproduksi
seandainya saja hari itu bukan pelajaran biologi ada kemungkinan keputusasaan itu tidak akan menjadi-jadi
keputusasaan seorang pelajar ketika diterpa masalah dan ujian yang kuasa
setelah hari itu sekolah seakan-akan disiarkan stasiun tv yang menyiarkan gosip, riuh dan ramai itu yang terasa terutama dikelas IPA berbagai macam argumen bertumpah
yang menyebabkan satu kelas jadi ramai yaitu ketua kelas yang merid alias menikah dengan salah seorang pejabat desa
ketua kelas itu tidak lain adalah Ana.



karya: rochadi
09/09/2013
 



Tidak ada komentar:

Posting Komentar