Teknik Membaca
Tekhnik
Membaca.
Tekhnik Membaca.
Efisiensi membaca akan lebih baik, jika informasi yang dibutuhkan sudah
ditentukan lebih dahulu. Konsentrasi perhatian dan pikiran dapat diarahkan pada
informasi itu. Informasi yang dibutuhkan disebut informasi fokus. Padaumumnya,
untuk menemukan informasi fokus dengan efisien ada beberapa teknik membaca yang
digunakan,yaitu (1) baca- pilih (selecting),(2) `bac-lompat (skipping),(3)
baca-layap(skimming),dan(4) baca-tatap(scanning)(Tampubolon, 1990).
Pada bagian ini akan dibicarakan teknik-teknik tersebut, namun lebih di
utamakan (penekanannya) pada pembaca memindai (scanning) dan membaca
layap(skimming).
1. Membaca Memindai(Scanning).
Membaca memindai disebut juga.membaca tatap(scanning). Membaca memindai
(scanning) ialah membaca sangat cepat. Ketika seseorang membaca memindai,dia
akan melampaui banyak kata. Menurut Mikulecky & Jeffries (1998), membaca
memindai penting untuk meningkatkan kemampuan membaca.siswa yang menggunakan
teknik membaca memindai akan mencari beberapa informasi secepat mungkin. Banyak
siswa mencoba membaca setiap kata dari setiap kalimat yang dibacanya. Dengan
berlatih membaca memindai, seseorang bisa belajar membaca untuk memahami teks
bacaan dengan cara yang lebih cepat.
Membaca memindai umumnya digunakan untuk daftar isi buku atau majalah, indeks
dalam dalam buku teks, jadwal,advertensi dalam surat kabar, buku petunjuk
telepon, dan kamus. Sebaliknya, membaca memindai tidak digunakan untuk membaca
cerita misteri,buku teks untuk suatu kursus yang penting, surat-surat penting dari
ahli hukum, denah (peta) untuk menemukan jalan pulang, pertanyaan tes, dan
puisi (Mikulecky & Jeffries, 1998).
Daftar isi buku atau majalah selalu terletak pada halaman depan. Daftar isi
menceritakan apa yang bisa ditemukan pada setiap bab atau bagian.
a. Membaca Memindai Daftar Isi.
Berikut ini contoh latihan membaca memindai daftar isi. Bacalah setiap
pertanyaan, kemudian bacalah dengan cepat daftar isi untuk menemukan jawaban.
Kerjakan secepat yang bisa kamu lakukan.
1. beberapa banyak liputan yang ada dalam majalah Bobo?
2. Halaman barapakah acara televisi bisa ditemukan ?
3. apakah dalam majalah ini ditemukan cerita dongeng ?
4. Pada halaman berapakah bisa dibaca tentang Natasha ?
b. Membaca memindai Jadwal Perjalanan.
Membaca memindai (Scanning) suatu jadwal sering dilakukan apabila bepergian.
Dengan melihat jadwal perjalanan, orang akan bisa menemukan informasi yang
dibutuhkan untuk berpergian. Pada halaman berikut diberikan contoh latihan
melihat jadwal suatu perjalanan. Pembelajaran membaca memindai tentang jadwal
bisa ditemukan dalam kurikulum2004 Mata Pelajaran Bahasa Indonesiauntuk kelas
V. kompetensi dasaryang harus dimiliki siswa, yaitu Membaca Memindai dan hasil
belajar yang diharapkan ialah Menemukan informasi secara cepat dari berbagai
teks khusus, serta indikator pencapaian hasil belajar ialah(1)menemukan secara
tepat informasi yang diminta oleh guru dan temanmu, (2) menjelaskan jadwal
dalam bentuk uraian.
Berikut ini contoh latihan membaca memindai untuk mendapatkan informasi tentang
perjalanan (informasi tentang biaya tiket dan jadwal perjalanan). Baca jadwal
perjalanan dari jakarta dibawah ini dengan cepat untuk menjawab pertanyaan
berikut. Kerjakan dengan cepat.
1. Biro perjalanan yang mana yang akan kamu pilih kalau berangkat dari jakarta
dengan biaya yang lebih murah.
2. Biro perjalanan mana yang akan kamu hubungi apabila kamu butuh sewaktu-waktu
berangkat dari jakarta.
3. Bisakah kamu beli tiket dari hari sabtu dari biro perjalanan Fiera Tour ?
4. Kalau kamu menginginkan tikat diantar kerumah, biro perjalanan manakah yang
bisa dihubungi ?
5. Bisakah harga tiket dibayar dengan rupuah kalau ingin pergi ke Kunhing ?
6. Pukul berapakah kamu harus berada diterminal bandara kalau kamu ingin
kepalembang dengan pesawat kedua ? (kamu harus melapor 1 jam berangkat)
7. Apakah yang terjadi kalau ayahmu tidak mendapat tiket pukul 11.05, sedangkan
seminar di Yogyakarta dimulai pukul 16.00 ?
c. Membaca Memindai Iklan.
Surat kabar sering mempunyai bagian yang disebut iklan, yang diklasifikasikan
berdasarkan apa yang diiklankan. Pada bagian surat kabar ini, orang bisa
menemukan barang-barang yang akan dibeli,dijual, atau disewakan.
Dalam Kurikulum Bahasa Indonesia tahun 2004 untuk kelas V, membaca iklan
merupakan salah satu kompetensi dasar dari membaca intensif. Hasil belajar yang
diharapkan bisa dimiliki siswa ialah membaca beberapa iklan mini, sedangkan
indikator keberhasilan belajar ialah (1) menafsirkan untuk siapa iklan itu, (2)
menyimpulkan tentang apa yang diiklankan,(3) menulis isi iklan kedalam beberap
kalimat.
Berikut ini contoh latihan membaca memindai untuk mendapatkan informasi tentang
penjualan rumah di Padang dan Bukittinggi.
Terdapat beberap iklan tentang jual beli rumah. Bacalah iklan tersebut dengan
cepat, kemudian jawablah pertanyaan berikut dengan cepat.
1. Kalau kamu ingin membeli rumah yang dekat dengan supermarket, telepon mana
yang harus dihubungi?
2. Telepon mana yang harus kamu hubungi kalau kamu ingin menetap di Bukittinggi
dengan fasilitas lengkap seperti tersedianya tempat khusus untuk beribadah.
3. Orang tuamu baru saja pindah kerja dari Jakarta ke Padang, sedangkan dananya
terbatas untuk membeli rumah. Nomor telepon manakah yang kamu sarankan untuk
dihubungi ? Dan seterusnya.
4. Kalau orang tuamu ingin membuka suatu toko di Bukittinggi, telepon mana yang
tepat dihubungi? Dan seterusnya.
5. Tuliskan kembali dengan kata-kata sendiri salah satu iklan yang kamu pilih
sendiri.
d. Membaca Memindai Petunjuk Pemakaian Obat, Pupuk, Alat Rumah Tangga, dan Sebagainya.
Membaca memindai petunjuk penggunaan obat, pupuk,alat rumah tangga, dan
sebagainya merupakan bagian dari membaca memindai. Dalam kurikulum Bahasa
Indonesia SD tahun 2004 untuk kelas VI, ditemukan kompetensi dasar yang
berbunyi Membaca memindai, dengan hasil belajarnya, menjelaskan isi petunjuk
pemakaian dari hasil membaca. Sedangkan indikator tercapai atau tidaknya suatu
kompetensi dasar mencakup (1) menjelaskan urutan petunjuk penggunaan obat,
pupuk, alat rumah tangga, dan sebagainya, (2) menjawab pertanyaan tentang isi
petunjuk, (3) menyampaikan isi petunjuk kepada teman.
Berikut ini contoh petunjuk penggunaan obat. Bacalah dengan cepat, kemudian
tuliskan dengan kalimatmu sendiri urutan penggunaan obat. Bacakanlah tulisanmu
kepada teman sebangkumu atau ke depan kelas. Kemudian jawablah pertanyaan
berikut !
1. Kepada siapakah obat Zetamol tidak boleh diberikan ? Kalimat mana yang
menyatakan demikian ?
2. Berapa sendokkah sirop Zetamol diberikan kepada anak usia 9 bulan?
3. Bolehkah obat ini disimpan di tempat yang banyak kena sinar matahari?
4. Bolehkah anak usia 11 tahun diberikan dua tablet sekali minum?
5. Bolehkah obat ini diminum oleh penderita sakit mag?
6. Jelaskan kepada teman sebangkumu bagaimana cara menggunakan obat Zetamol!
e. Membaca Memindai kamus dan Buku Petunjuk Telepon
Kegiatan awal membaca kamus ialah pengabjadan mencari kata dasar dari kata
imbuhan. Kegiatan ini perlu dilakukan sebelum membaca kamus. Kata-kata yang
terdapat dalam kamus diurut berdasarkan urutan abjad dari kata dasar. Kesalahan
dalam menentukan kata dasar akan menyulitkan mencari arti suatu kata dalam
kamus.
Pembelajaran membaca memindai untuk mencari kata dalam kamus sedeikit berbeda
dengan mencari nomor telepon seseorang dalam buku petunjuk telepon. Pada
pembelejaran memindai melihat kamus, siswa dilatih menyusun kata berdasarkan
urutan abjad kata dasarnya; sedangkan mencari nomor telepon seseorang, misalnya
siswa dilatih menyusun nama teman sekelasnya berdasarkan abjad.
Secara lebih rinci berikut ini dijelaskan langkah-langkah menbaca kamus dengan
teknik scanning.
1. Siswa mencari kata-kata sulit ditemukan dalam satu teks bacaan.
2. Siswa menentukan kata-kata yng merupakan kata dasar atau kata berimbuhan.
3. Siswa menganalisis kata berimbuhan menjadi kata dasar yang merupakan salah
satu kunci menemukan arti dalam kamus. Ada beberapa kata yang tidak mudah
mencari kata dasarnya. Misalnya, Kata” mengecek” yaitu “cek”, ecek-ecek”,dan
“kecek”.
4. kemudian siswa mengadakan eksplorasi dengan mencari arti kata mengecek
dengan mencari pada kata dasar yang diawali dengan huruf “k”.
5. Langkah berikutnya siswa menetapkan arti kata yang paling tepat dan sesuai
dengan konteks kalimat.
2. Membaca Layap (Skimming)
Membaca layap (skimming) ialah membaca dengan cepat untuk mengetahui isi umum
atau bagian suatu bacaan. Membaca dengan cepat sering dibutuhkan ketika sedang
membaca. Umumnya tidak semua informasi ingin diketahui dan diingat. Kalau kita
hanya ingin menemukan sesutu tentang buku atau artikel, kita bisa melakukannya
dengan membaca layap.
Seseorang membaca layap jika ingin membaca artikel di surat kabar dan majalah,
kulit buku ditoko buku (dilakukan untuk membeli buku), dan buku-buku pustaka
(seseorang bisa menemukannya jika pustaka tersebut mempunyai informasi yang
dibutuhkan).
Membaca layap dibutuhkan untuk mengetahui, sudut pandang penulis tentang
sesuatu, menemukan pola organisasi paragraf, dan menemukan gagasan umum dengan
cepat (Mikulecky&Jeffries, 1998).
Dalam Kurikulum Bahasa Indonesia tahun 2004 membaca layap ditemukan untuk
setiap kelas, kecuali keas III. Berikut ini akan diberikan contoh membaca layap
sesuai dengan tingkatan kelas dan teknik membaca layap yang digunakan.
a. Membaca Layap Untuk Mengetahui Sudut Pandang Penulis.
Membaca layap untuk mengetahui sudut pandang penulis dapat ditemukan dari
Kurikulum Bahasa Indonesia tahun 2004 untuk kelas VI. Kompetensi dasarnya,
membaca sekilas dengan hasil belajar yang diharapkan Membaca Sekilas Informasi
dalam kolom khusus majalah anak atau buletin anak. Sedangkan salah satu
indikatornya ialah memberikan tanggapan terhadap pemikiran penulis dalam bentuk
pertanyaan atau saran.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar